Artikel Motivasi : Lakukanlah Yang Terbaik Untuk Dunia

Artikel Motivasi : Lakukanlah Yang Terbaik Untuk Dunia

Post by : outbound di malang
“Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa”.

Manusia kadang berlaku tidak wajar tidak masuk akal dan egois. Namun, cintailah mereka. Jika kau berbuat kebaikan, motif dan ambisimu akan turut dipertanyakan. Namun, lakukanlah kebaikan.

Jika kau meraih kesuksesan teman palsu dan teman sejatilah yang kau dapatkan. Namun, raihlah kesuksesan.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, akan dilupakan esok hari. Namun, berbuatlah.

Kejujuran dan keterusterangan kadang membuatmu mudah diperolok. Namun, jujur dan berterus teranglah.

Manusia kadang berpura-pura lemah dan menjadi pengekor mereka yang sukses. Namun berjuanglah bagi mereka yang lemah.

Apa yang kau bangun bertahun-tahun, bisa jadi hancur dalam sekejap. Namun, teruslah berkarya.

Manusia yang memang butuh pertolongan mungkin malah menyerangmu jika kau bantu. Namun, bantulah mereka.

Lakukan yang terbaik untuk dunia.

Incoming search terms for the article:
– Outbound di Malang
– Outbound Malang

Area Outbound Malang Paling Dicari dan Diminati

Area Outbound Malang Lokasi Outbound MalangDimanakah Area Outbound Malang paling dicari dan diminati. Semoga tulisan ini bisa memberi gambaran baru untuk calon peserta Outbound di Malang. Sehingga tidak bingung lagi, kenapa harus outbound di Malang dan di area atau lokasi mana akan melaksanakan outbound-nya. Sudah siap?

Pertama yang perlu disadari, banyak peserta Outbound di Malang yang datang ke Malang, melaksanakan outbound dengan motivasi bahwa di Malang itu udaranya dingin, di Malang banyak wahana wisata, di Malang pemandangan alamnya lumayan banget, dan di Malang juga enak untuk tempat menghabiskan week end. Artinya, Malang sekarang bukan saja tempat singgah, tapi sudah berubah menjadi tujuan wisata.

Salah satunya dengan tujuan Outbound di Malang tadi.

Motivasi di atas, tidak salah. Dan memang itulah yang sering menjadi motivasi peserta outbound. Karenanya kami Wisataoutboundmalang.com sebagai salah satu Provider Outbound terbaik di Malang menjadikan alasan tersebut sebagai pelayanan utama kami. Artinya, kami ingin memberikan sensasi pengalaman outbound yang memang seperti apa yang mereka inginkan. Masih bingung? Izinkan kami menjelaskannya.

Outbound di Malang Enak Udaranya Dingin.
Ini adalah motivasi pertama. Outbound di Malang paling seru, karena udaranya sejuk, segar dan dingin. Malang selalu jadi favorit, mengingat di Jawa Timur dan banyak kota besar lainnya di Indonesia, udaranya sudah panas banget. Mana cocok outbound dengan udara panas? Iya khan? Paling enak melakukan aktivitas outdoor games di alam terbuka dengan udara yang sejuk dan dingin.

Hal ini bisa membuat otak lebih refresh, sehingga pelaksanaan games outbound bisa maksimal dan tujuan pelaksanaannya pun bisa dijalani dengan maksimal.

Ada yang perlu dipahami peserta outbound adalah, tidak semua lokasi dan area di Malang itu dingin. Mungkin secara umum, Malang jauh lebih dingin dari kota dan kabupaten lainnya. Tapi banyak daerah yang sudah panas di Malang. Taruhlah lokasi seputaran Kota Malang, itu sudah panas abis. Jadi tidak cocok buat outbound. Nah, lokasi yang sudah pasti dingin adalah Kota Batu. Mungkin banyak yang tidak tahu, tapi kenyataannya Outbound Malang banyak di gelar di Kota Batu. Dingin, sejuk dan segar seperti yang dibayangkan.

Outbound di Malang Banyak Wahana Wisata.

Ini betul sekali, di Malang banyak sekali Wahana Wisata. Jatim Park 1, Jatim Park 2, Selekta, Rafting, Coban Talun, Coban Rondo, Coban Pelangi, Batu Night Spektakuler, Alun-alun dll. Dan sebagiannya cocok banget dijadikan area Outbound di Malang.

Outbound di Malang Pemandangannya TOP ABIS!!

Nah, saat menjalani outbound paling enak memang di lokasi terbuka dengan pemandangan yang memanjakan mata. Malang memiliki semua itu, banyak lokasi dan area di Malang yang masih asri. Beberapa lokasi bahkan dekat dengan lokasi air terjun, sungai dan danau. Tinggal anda meminta di lokasi seperti apa anda ingin melakukan outbound anda.

Outbound di Malang Bisa Sambil Week End.

Anda yang ingin menghabiskan akhir pekan dengan berlibur sambil outbound, anda bisa melaksanakannya di Malang. Anda bisa mengagendakan akhir pekan anda untuk full time di Malang. Dengan lokasi penginapan yang murah dan indah. Dengan pemandangan yang menggiurkan, dan… udaranya dingin BANGET. Villa banget…

Anda bisa memadukannya dengan acara indoor dan outdoor, outbound, rafting, paintball, airsoft gun dll, sesuaikan dengan keinginan dan budget anda. Atau anda mau mencoba semuanya? Bisa dan segera saja hubungi kami…

Wisataoutboundmalang.com

Artikel Motivasi:SIKLUS KEHIDUPAN DAN JAMINAN MASA DEPAN

Post by : Outbound Malang

Ia-lah yang menciptakan semula, Dan kembali (menghidupkan).

– Q.S. 85 Surat Al Buruuj (Gugusan Bintang) ayat 13 –

Siklus kehidupan diciptakan tiga kali. Siklus pertama adalah alam Dzuriyah atau alam sebelum dunia. Siklus kedua adalah alam nyata, dan siklus ketiga adalamalam akhir atau kembali ke alam pertama. Inilah lingkaran siklus yang sesungguhnya atau life cycle. Siklus pertama adalah alam Dzuriyah, sebelum anda diciptakan, namun anda masih bisa mengenali alam inimelalui pemahaman tentang suara hati yang telah saya jelaskan pada pembahasan prinsip pertama, pada bagian sebelumnya. Anda masih bisa merasakan keindahannya melalui perenungan suara hati anda sendiri yang terdiri dari sembilan puluh sembilan dorongan suara Tuhan yang masih “membekas”. Contohnya, dorongan suara hati ingin selalu bersikap rahman dan rahim, ingin selalu indah, ingin selalu mulia, ingin selalu teratur, atau ingin selalu kekal atau kaya dan makmur. Itu semua masih tetap dirasakan hingga saat ini. Inilah rekaman suara hati dari alam ruh sebelumnya.
Siklus kedua, ketika manusia sudah dilahirkan ke muka bumi, dan ia ditugaskan untuk mensejahterakan bumi dengan model suara hati yang serba agung, kecerdasan otak serta pancaran indera. Kemudian Tuhan menyerahkan tugas yaitu sebuah bumi untuk dikelola. Kemudian manusia diberikan oleh-Nya sebuah buku pedoman atau buku manual tentang pengelolaan alam semesta, yaitu Al Qur’an Al Karim. Namun manusia sering lupa bahwa hidup di dunia adalah sebuah tugas mulia dan kepercayaan yang diberikan oleh Sang Pemilik alam semesta ini. Oleh karena, itu anda diminta untuk memberikan upaya terbaik yang anda miliki untuk mensejahterakan bumi. Tidak selayaknya anda mengahrapkan sebuah “surga” dengan cara menghindari diri atau melarikan diri dari sebuah tugas dan perjuangan untuk tidak hanya menegakkan kebenaran, namun juga menciptakan kemajuan.
Siklus ketiga, yaitu ketika fisik manusia sudah tidak berfungsi lagi. Maka otomatis ia akan kembali lagi ke alam pertama. Ia, tentu saja seperti lazimnya, harus mempertanggungjawabkan kepercayaan dan tugas yang pernah diemban untuk mengelolah bumi. Harapkan Sang Pemilik tentu saja agar anda berhasil melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya tugas anda rata-rata antara enam puluh sampai dengan tujuh puluh tahun. Begitulah seterusnya, sehingga suatu saat kelak bumi ini semakin sejahtera. Di mana idealisme suara hati sebagai ciptaan pertama menemukan bentuknya pada ciptaan kedua di alam nyata ini. Tidak mudah memang, karena tantangan dan rintangan berat pasti akan menghadang dan merintangi perjuangan kita. Kita pasti akan menghadapi lawan yang keras. Masih ingat perjuangan Rasulullah ketika menghadapi kaum Quraisy? Itulah misi Tuhan, dan itulah seni serta keindahan hidup yang sesungguhnya.

Apakah mereka menungguh sampai (azab) Allah datang kepada mereka dalam naungan awan gemawan denga para malaikat? Tetapi perkara telah diputuskan, dan kepada Allah dikembalikan segala urusan.

Incoming search terms for the article:

– Outbound Malang

– Outbound di Malang

– Outbound Training

Artikel Motivasi:RASA AMAN

Post by : Outbound Malang

…Barangsiapa mempersekutukan Allah, ia seperti orang jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.

– Q.S. 22 Surat Al Hajj (Haji) ayat 31 –

Johnny adalah seorang pimpinan di suatu perusahaan. Dia begitu dengan posisinya dan banyak orang menghormatinya. Namun krisis ekonomi melanda Indonesia, perusahaan tersebut goyah, pemilik perusahaan mengambil suatu keputusan untuk mengurangi jumlah tenaga kerjanya. Johnny adalah salah satu korban, dia masih belum bisa menerima kenyataan ini, kehilangan jabatan yang begitu dibanggakan, baginya bukan hanya soal jabatan tersebut tetapi juga “kehormatan” dirinya di tengah masyarakat. Johnny kehilangan kepercayaan diri.
Agus bekerja di suatu perusahaan bonafit, dimana lingkungan dan teman-temannya rata-rata memiliki mobilmewah. Agus merasa minder dan rendah diri. Dia kemudian berusaha sekuat tenaga untuk memiliki sebuah mobil mewah. Akhirnya impian itu tercapai meskipun sebenarnya anak dan istrinya masih menyewah sebuah kamar yang sempit. Namun, demi simbol kekeyaan tersebut di akhirnya membeli sebuah mobil mewah. Waktu terus berjalan dan teman-temannya yang umumnya para pengusaha sukses, semuanya seudah bergantian mobil yang lebih baru danlebih mewah. Mobil agus akhirnya ketinggalan zaman, karena ternyata mobil kebanggannya itu sudah tidak bisa dibandingkannya lagi sebagai simbol, Agus kembali kehilangan status dan kembali menjadi rendah diri.
Budi adalah seorang Bapak yang berbahagia, dia memiliki seorang istri dan dua orang anak. Semuanya yang dilakukan semata-mata untuk keluarganya. Namun pada suatu saat musibah datang, kedua anak kesayangannya menderita suatu penyakit yang belum ada obatnya, yaitu leukimia. Pertama-tama anak bungsunya meninggal, dua tahun kemudia anak sulungnya menyusul. Istrinya tidak bisa menerima kenyataan ini, sehingga pikiran dan mentalnya menjadi terganggu. Budi sungguh-sungguh frustasi, baginya hidup sudah tidak ada gunanya lagi. Ia akhirnya berhenti bekerja. kadang-kadang timbul di dalam pikirannya mengakhiri hidupnya sendiri.
Di dalam suatu lingkungan, kita banyak melihat bahwa begitu banyak orang yang melebihi diri kita dari segi harta benda, simbol, penghormatan, posisi jabatan dan tingkat sosial. Hal ini sering kali banyak membuat sebagian orang menjadi rendah diri, bahkan kehilangan keprcayaan diri. Tidak ada sebuah “pegangan” yang mampu memberikan kekuatan diri sejati, tidak ada satu pun “pedoman” atau “pegangan” yang dapat menandingi keyakinan akan Allah Yang Agung, yang dengannya kita mampu membangun kepercayaan diri yang mumpuni. Yaitu kepercayaan diri yang mampu secara kritis dan melakukan semacam filtering dan influencing terhadap lingkungan sekitar. Kekuatan iman mampu menjadi jalan tengah yang memadukan antara ilmu dan iman, dunia dan akhirat.
Rudi adalah seorang pengusaha otomotif di Bali. Memiliki beberapa cabang yang hampir tersebar di seluruh Bali. Saya pernah mengunjungi rumahnya yang sangat besar di bilangan Denpasar, ia seorang yang sangat dihormati. Beberapa waktu yang lalu saya mendengar berita bahwa dia baru saja masuk sumah sakit, terkena stroke. Diabaru saja terkena musibah. Uang tabungan yang disimpan di sebuah bank sebesar lima milyar rupian tidak bisa ditarik olehnya. Bank Summa dilikuidasi secara mendadak. Dia begitu rentan.
Iman memiliki seorang teman yang sangat dekat sekali, abun namanya. Mereka saling mempercayai dan menghargai, mereka begitu akrab. Kemudian atas dasar itu mereka membuat usaha yang bergerak di bidang makanan, “Pizza Kilat”. Namun dalam perjalanan usaha tersebut menghadapi kendala yang sangat berat. Akhirnya mereka memutuskan untuk pisah usaha. Persahabatan menjadi terganggu, karena sepotong pizza. Meskipun mereka mencoba untuk saling mendekati lagi, tetapi tetap tidak berhasil.
Saat ini dunia usaha di Indonesia sedang menghadapi badai yang luar biasa dahsyat, tingkat inflasi yang tinggi, nilai rupiah yang tidak menentu, daya beli masyarakat yang merosot tajam, harga-harga menjulang tinggi, dan tidak adanya kepastian hukum. Semua itu adalah pukulan yang sangat mematikan bagi dunia usaha. Banyak perusahaan yang gulung tikar atau mati suri. Korban PHK ada di mana-mana. Sebagaian besar korban merasa putus asa dan banyak yang melarikan diri ke narkotik. Hanya sebagian kecil yang mampu bangkit kembali, atau minimal bertahan. Usaha mereka memang hancur, namun prinsip mereka tetap kokoh, dan rasa tenteram tetap mereka miliki. Mereka mampu melihat dirinya sebagai suatu subyek dan mereka mampu untuk keluar dari problem diri sendiri.
Berprinsip pada sesuatu yang abadi adalah jawaban semuan permasalahan di atas. Konsep ini didukung oleh Stephen R. Covey: Rasa aman kita berasal dari pengetahuan bahwa, prinisp itu berbeda denganpusat-pusat lain yang didasari pada orang atau sesuatu yang selalu dan seketika berubah, prinisp yang benar tidaklah berubah. Kita dapat memegang prinsip tersebut. Prinsip tidak bereaksi terhadap apa pun. Prinsip itu kekal, tidak peduli apa pun yang terjadi, tidak akan goyah meskipun kehilangan jabatan, harta, orang yang disayangi, kawan, ataupun penghargaan, bahkan penyiksaan seperti yang dialami Bilan bin Rabah.
Setelah Prince Naseem Hamed petinju besar itu, dikalahkan secara mutlak oleh Antonio Barera, kemudian ia diwawancarai oleh seorang komentator TVKO, “Anda adalah petinju yang terbesar, apa pendapat anda tentang kekalahan ini?” Spontan dijawab oleh Hames, “The Greatest (yang terbesar) itu hanyalah Allah, bukan saya. Saya senang bisa menjalani pertarungan 12 ronde ini dengan selamat. Muhammad Ali pernah dikalahkan oleh Joe frazier namun ia bisa bangkit dan membalas kekalahannya”. (siaran langsung pertandingan tinju Naseem Hamed vs antonio Barera, SCTV, 18 april 2001). Kisah pertandingan tragis ini bisa mengajarkan makna besar di balik kekalahan Naseem. Yaitu kekuatan mental tauhid yang dimilikinya, jauh lebih berperan dibandingkan kekuatan fisiknya. Rasa aman abadi yang ada di dasar hati, yaitu La ilaha Illallaah.

“Yang berkata (dengan hati yang yakin), bila bencana menimpa dirinya. Sungguh, kita adalah milik Allah, dan kepada-Nya kita kembali.”

– Q.S.2 Surat Al Baqarah (Sapi Betina) Ayat 156 –

Incoming search terms for the article:

– Outbound Malang

– Outbound di Malang

– Outbound Training

INTEGRITAS

Post by : Outbound Malang

Dan (ingatlah) ketika berangkat pagi hari, kau tinggalkan keluargamu mengantarkan orang mu’min ke pos-pos pertempuran. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

– Q.S. 3 Surat Ali Imran (Keluarga Imran) Ayat 121 –

Saya teringat Garuda Sugardo, Direktur Teknik dan Rekayasa Telkomsel, ketika pertama kali perusahaan tersebut membangun jaringan telekomunikasi GSM. Pembangunan diawali dari propinsi Bali, sebelum masuk kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Saya menamakannya “serangan Mao Tse Tung”, mengepung dari desa ke kota, sebelum menggempur pesaingnya yang telah lebih dahulu berada di Jakarta. Saya pernah menemaninya bekerja sampai jam satu malam untuk memeriksa ‘coverage’ bersama dengan staf-stafnya yang setia dan sangat militan. Hal ini sering dilakukan olehnya bersama dengan salah seorang staf kepercayaannya, Rif’an. Saya bertanya: “Berapa kamu digaji sehingga mau bekerja seperti ini?” rif’an menjawab: “Saya tidak digaji sepeser pun selama tiga bulan ini.” Saat itu Telkomsel memang baru saja berdiri, tetapi mereka langsung menggebrak namun tetap didukung oleh para karyawannya. Mereka rela berkorban, luar biasa.
Ketika kami sedang berada di ruang Kandatel (Kantor Daerah telekomikasi Denpasar) saya mengajukan pertanyaan kepada Garuda, “Mengapa anda tidak bekerja saja di suatu perusahaan GSM yang menawarkan gaji satu milyar rupiah?” (saya tahu karena memang ada yang menawarkan). Garuda menjawab: “Saya berada di sini karena tradisi perjuangan Telkomsel!” Dalam hati saya akui bahwa memang mereka semua sangat militan dan heroik dan membuat lawannya menjadi gentar. Mereka bekerja sungguh-sungguh layaknya mengerjakan suatu tugas suci. Mereka telah bekerja dengan hati mereka. Dalam waktu singkat telkomsel menjadi perusahaan GSM dengan jangkauan yang terluas di Indonesia. Inilah sebuah contoh integritas, bekerja secara total, sepenuh hati dan dengan semangat tinggi yang berapi-api. Sebagai kenang-kenangan Garuda sugardo memberikan saya sebuah nomer cantik GSM yang berakhiran nomer ‘triple one’.
Mereka yang tedorong kebutuhan untuk meraih prestasi selalu memcari jalan untuk menemukan sukses mereka. Bagi kebanyakan orang, yang dimaksudkan adalah uang. Mereka sering mengatakan bahwa uang tidak begitu penting dibandingkan umpan balik tentang seberapa baik hasil kerja mereka. Seperti kata seorang ‘entrepreneur’ asal California, “Uang bukan masalah utama bagi saya; itu hanya cara untuk mengingat dan mencatat keberhasilan.” Yang lain menyebut buku rapor.

Sebab sungguh, bersama kesukaran ada keringanan. Sungguh, bersma kesukaran da keringanan. Karena itu, selesai (tugasmu), teruslah rajin bekerja. kepada Tuhanmu tunjukan permohonan.

– Q.S. 94 Surat Alam Nasyroh (Bukankah Telah Kami Lapangkan) Ayat 5-8 –

Incoming search terms for the article:

outbound malang

outbound di malang

KECERDASAN EMOSI -EQ

Post by: Outbound Malang

Banyak contoh di sekitar kita membuktikan bahwa orang yang memiliki kecerdasan otak saja, atau banyak memiliki gelar yang tinggi belum tentu sukses berkiprah di dunia pekerjaan. Bahkan seringkali yang berpendidikan formal lebih rendah ternyata banyak yang lebih berhasil. Kebanyakan program pendidikan hanya berpusat pada kecerdasan akal (IQ), padahal yang diperlukan sebenarnya adalah bagaimana mengembangkan kecerdasan hati, seperti ketangguhan, inisiatif, optimisme, kemampuan beradaptasi yang kini telah menjadi dasar penilaian baru. Saat ini begitu banyak orang berpendidikan dan tampak begitu menjanjikan, namun kariernya mandek. Atau lebih buruk lagi, tersingkir, akibat rendahnya kecerdasan hati mereka.
Saya inginmenyampaikan sesuatu hal yang terjadi di Amerika Serikat tentang kecerdasan emosi. Menurut survey nasional terhadap apa yang diinginkan oleh pemberi kerja, bahwa keterampilan teknik tidak seberapa penting dibandingkan kemampuan dasar untuk belajar dalam pekerjaan yang bersangkutan. Di antaranya, adalah kemampuan mendengarkan dan berkomunikasi lisan, adaptasi, kreatifitas, ketahanan mental terhadap kegagalan, kepercayaan diri, motivasi, kerjasama tim dan keinginan untuk memberi konstribusi terhadap perusahaan. Saya tambahkan lagi pendapat seorang praktisi kaliber internasional, Linda Keegan, salah seorang Vice President untuk pengembangan eksekutif Citibank di salah satu negara Eropa mengatakan bahwa kecerdasan emosi atau EQ harus menjadi dasar dalam setiap pelatihan manajemen.
Dari hasil Test IQ, kebanyakan orang yang memiliki IQ tinggi menunjukan kinerja buruk dalam pekerjaan, sementara yang ber-IQ sedang, justru sangat berprestasi. Kemampuan akademik, nilai rapor, predikat kelulusan pendidikan tinggi tidak bisa menjadi tolokk ukur seberapa baik kinerja seseorang sesudah bekerja atau seberapa tinggi sukses yang akan dicapai. Menurut makalah Cleland tahun 1973 “Testing For Competence” bahwa “Seperangkat kecakapan khusus seperti empati, disiplin diri, dan inisiatif akan menghasilkan orang-orang yang sukses dan bintang-bintang kinerja.
Saat ini perusahaan-perusahaan raksasa dunia sudah menyadari akan hal ini. Mereka menyimpulkan bahwa inti kemampuan pribadi dan sosial yang merupakan kunci utama keberhasilan seseorang, adalah kecerdasan emosi. Sekarang yang menjadi masalah, apakah anda jujur kepada diri anda sendiri? seberapa cermat anda merasakan perasaan terdalam pada diri anda? Seringkah anda tidak memperdulikannya? Menurut hadits diriwayatkan oleh H.R. Muslim, Nabi Muhammad menyatakan

“Dosa membuat hati menjadi gelisah”.

Inilah kunci dari kecerdasan emosi anda, kejujuran pada suara hati. Suara hati inilah yang sebenarnya dicari oleh Stephen Covey di dalam bukunta “The Seven Habits of Highly Effective People” atau yang lebih dikenal dengan “The Seven Habits”. Ini yang seharusnya dijadikan sebagai pusat prinsip yang akan memberikan rasa aman, pedoman, daya dan kebijaksanaan. Menurutnya: “Di sinilah anda berurusan dengan visi dan nilai anda. Di sinilah anda menggunakan anugerah anda, —kesadaran diri (self awareness)— untuk memeriksa peta anda, dan apabila anda menghargai prinsip-prinsip yang benar bahwa paradigma anda adalah berdasarkan pada prinsip dan kenyataan, di sinilah anugerah anda —suara hati— sebagai kompas.”

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan mantap kepada agama, menurut fitrah Allah yang telah menciptakan fitrah itu pada manusia. Tiada dapat diubah (hukum-hukum) ciptaan Allah. Itualah agama yang benar, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.”

– Q.S. 30 surat Ar Ruum (Bangsa Romawi) Ayat 30