Area Outbound Malang Paling Dicari dan Diminati

Area Outbound Malang Lokasi Outbound MalangDimanakah Area Outbound Malang paling dicari dan diminati. Semoga tulisan ini bisa memberi gambaran baru untuk calon peserta Outbound di Malang. Sehingga tidak bingung lagi, kenapa harus outbound di Malang dan di area atau lokasi mana akan melaksanakan outbound-nya. Sudah siap?

Pertama yang perlu disadari, banyak peserta Outbound di Malang yang datang ke Malang, melaksanakan outbound dengan motivasi bahwa di Malang itu udaranya dingin, di Malang banyak wahana wisata, di Malang pemandangan alamnya lumayan banget, dan di Malang juga enak untuk tempat menghabiskan week end. Artinya, Malang sekarang bukan saja tempat singgah, tapi sudah berubah menjadi tujuan wisata.

Salah satunya dengan tujuan Outbound di Malang tadi.

Motivasi di atas, tidak salah. Dan memang itulah yang sering menjadi motivasi peserta outbound. Karenanya kami Wisataoutboundmalang.com sebagai salah satu Provider Outbound terbaik di Malang menjadikan alasan tersebut sebagai pelayanan utama kami. Artinya, kami ingin memberikan sensasi pengalaman outbound yang memang seperti apa yang mereka inginkan. Masih bingung? Izinkan kami menjelaskannya.

Outbound di Malang Enak Udaranya Dingin.
Ini adalah motivasi pertama. Outbound di Malang paling seru, karena udaranya sejuk, segar dan dingin. Malang selalu jadi favorit, mengingat di Jawa Timur dan banyak kota besar lainnya di Indonesia, udaranya sudah panas banget. Mana cocok outbound dengan udara panas? Iya khan? Paling enak melakukan aktivitas outdoor games di alam terbuka dengan udara yang sejuk dan dingin.

Hal ini bisa membuat otak lebih refresh, sehingga pelaksanaan games outbound bisa maksimal dan tujuan pelaksanaannya pun bisa dijalani dengan maksimal.

Ada yang perlu dipahami peserta outbound adalah, tidak semua lokasi dan area di Malang itu dingin. Mungkin secara umum, Malang jauh lebih dingin dari kota dan kabupaten lainnya. Tapi banyak daerah yang sudah panas di Malang. Taruhlah lokasi seputaran Kota Malang, itu sudah panas abis. Jadi tidak cocok buat outbound. Nah, lokasi yang sudah pasti dingin adalah Kota Batu. Mungkin banyak yang tidak tahu, tapi kenyataannya Outbound Malang banyak di gelar di Kota Batu. Dingin, sejuk dan segar seperti yang dibayangkan.

Outbound di Malang Banyak Wahana Wisata.

Ini betul sekali, di Malang banyak sekali Wahana Wisata. Jatim Park 1, Jatim Park 2, Selekta, Rafting, Coban Talun, Coban Rondo, Coban Pelangi, Batu Night Spektakuler, Alun-alun dll. Dan sebagiannya cocok banget dijadikan area Outbound di Malang.

Outbound di Malang Pemandangannya TOP ABIS!!

Nah, saat menjalani outbound paling enak memang di lokasi terbuka dengan pemandangan yang memanjakan mata. Malang memiliki semua itu, banyak lokasi dan area di Malang yang masih asri. Beberapa lokasi bahkan dekat dengan lokasi air terjun, sungai dan danau. Tinggal anda meminta di lokasi seperti apa anda ingin melakukan outbound anda.

Outbound di Malang Bisa Sambil Week End.

Anda yang ingin menghabiskan akhir pekan dengan berlibur sambil outbound, anda bisa melaksanakannya di Malang. Anda bisa mengagendakan akhir pekan anda untuk full time di Malang. Dengan lokasi penginapan yang murah dan indah. Dengan pemandangan yang menggiurkan, dan… udaranya dingin BANGET. Villa banget…

Anda bisa memadukannya dengan acara indoor dan outdoor, outbound, rafting, paintball, airsoft gun dll, sesuaikan dengan keinginan dan budget anda. Atau anda mau mencoba semuanya? Bisa dan segera saja hubungi kami…

Wisataoutboundmalang.com

Artikel Motivasi : Berkacalah Pada Diri sendiri

Artikel Motivasi : Berkacalah Pada Diri sendiri

Post by : Outbound Malang


Ketika dua cermin saling berhadapan, muncul pantulan yang tal terhingga. Begitulah bila anda mau bercermin pada diri sendiri. Akan anda temukan bayangan yang tak terhingga. Bayangan itu adalah kemampuan yang luar biasa, ketakterbatasan yang memberi kekuatan untuk menembus batas rintangan diri. Berkacalah pada diri sendiri, dan temukan kekuatan itu.
Singkirkan cermin diri orang lain. Disana hanya terlihat kekurangan dan kelemahan anda yang akan memupuk ketidakpuasan saja. Dan ini akan menjerumuskan anda ke dalam jurang kekecewaan.
Anda bukan orang lain. Anda adalah anda yang memiliki jalan keberhasilan sendiri. Mulailah hari ini dengan menatap wajah anda. Carilah bayangan yang tak terhingga itu. Di sana ada kekuatan yang akan membawa anda ke puncak keberhasilan.
Incoming search terms for the article:
wisata outbound malang
– wisata malang
– wisata outbound training
– pelatihan sdm
– airsoftgun

Artikel Motivasi: Dibatasi Pikiran Kita

Artikel Motivasi: Dibatasi Pikiran Kita

Post by : Wisata Outbound Malang
Pernahkah kita berfikir menebak-nebak apa yang terjadi akibat dari tindakan kita? atau kita berfikir rasa tidak enakan terhadap seseorang. Ya kebanyakan orang pasti pernah berfikir demikian saat bertindak dan kadang itu menjadikan kita mundur dalam bertindak.

Pernahkah anda tahu bahwa sesungguhnya kita telah dibatasi oleh pikiran kita. Kita sibuk memikirkan apa yang akan terjadi bila ini, bila itu dan mengkhawatirkan sesuatu terlalu berlebihan. Padahal boleh jadi hal yang kita pikirkan itu tidak akan pernah terjadi dan yang lebih parahnya lagi boleh jadi hal tersebut hanya ada dalam pikiran kita saja.

Sahabat sesungguhnya kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi akibat dari tindakan kita jika kita tidak melakukan tindakan tersebut. Jika menurut kita itu baik, maka lakukanlah segera. Jika menurut kita ini sesuai dengan rencana, maka lakukanlah segera. Jika menurut kita ini sebuah masalah maka selesaikan segera dan jika menurut kita suatu perkara perlu dibuka, maka bukalah perkara itu. Jangan dibatasi oleh pikiran yang belum tentu itu akan terjadi.

Beberapa contoh saat kita dibatasi oleh pikiran kita:

1. Kita khawatir orang lain menganggap kita lebih rendah atau bahkan kurang dari mereka, karena kita tahu seberapa besar kemampuan kita dan kapasitas kita. Tahukah anda bahwa boleh jadi orang lain tidak pernah tahu kekurangan kita atau apapun yang kita lakukan di masa lalu, dan tahukan anda bahwa kebanyakan orang memikirkan hal yang sama. Jadi lucu bukan. So jangan terlalu dibatasi oleh pikiran kita.
2. Kita khawatir untuk memulai bisnis kita karena khwatir akan bangkrut ataupun modal hilang. Tahukah anda bahwa jika anda masih berfikir seperti itu, maka anda tidak akan pernah memulai bisnis anda dan tahukan anda resiko itu akan tetap ada baik anda khawatirkan ataupun tidak anda khawatirkan.

Incoming search terms for the article:
outbound di malang
outbound malang
outbound training malang
wisata malang

Wisata Malang : Batu Night Spectacular

Wisata Malang : Batu Night Spectacular
Post by : Outbound Malang


Menginap di saat berwisata di kota Batu saat ini dipastikan terasa beda. Malam hari Anda bisa menikmati suguhan waktu liburan paling spektakuler di Jawa Timur di Batu Night Spectacular (BNS). Oyek rekreasi yang berlokasi di Desa Oro-oro Ombo ini menyajikan aneka wahana yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga Anda. Ada puluhan wahana yang tidak akan bisa Anda lupakan setelah menikmatinya seperti gallery hantu, slalom test, sepeda udara tertinggi, lampion garden dan trampoline. Di obyek wisataBNS ini Anda juga bisa menguji adrenalin dengan mencoba beberapa wahana menarik, seperti drag race, mouse coaster, dan beberapa permainan lain. Banyak juga wahana yang khusus disediakan untuk anak-anak seperti kids zone yang terdiri dari 25 macam.
Incoming search terms for the article:
outbound di malang
outbound malang
outbound training malang
wisata malang
Selain berbagai wahana menarik, keunikan BNS Batu juga didukung letaknya yang sangat strategis di daratan tinggi. Dari obyek wisata malam ini Anda bisa menikmati pemandangan malam kota Malang dan sekitarnya dengan lebih sempurna. Gemerlap lampu di kawasan Malang Raya malam hari akan mengiringi suasana konkow Anda di beberapa kafe yang tersedia. BNS Batu juga menyiapkan beberapa wahana unik yang rugi kalau dilewatkan seperti lampion garden, gallery hantu, cinema empat dimensi, circuit go kart terpanjang, layar sepanjang 50 meter di area food court, dan air mancur menari.

Usai menikmati beragam wahana yang tersedia di areal seluas 3 ribu meter persegi ini, silakan Anda menuju night market, ada ratusan kursi bejajar yang disediakan bagi pengunjung di areal foor court. Ada banyak pilihan menu minuman maupaun makanan di area ini. Tinggal pilih minuman dingin atau panas. Begitu halnya makanan. Banyak menu yang bisa dipilih sesuia selera. Kenikmatan di food court bukan hanya pada menu makanan atau minumanya. Tapi, juga sajian yang dibeerikan saat pengunjung menikmati makanan maupun minuman. Ditengah-tengah menikmati hidangan, manajemen BNS Batu akan menyajikan show time. Ada panggung musik yang menghadirkan musik-musik terbaru.

Yang tak kalah menarik, saat show time ini adalah sajian dancing fontain (air mancur menari). Konsentrasi pengunjung pada makanan maupun minuman dijamin buyar. Tarian air mancur diiringi permainan lampu warna-warni itu mampu memaksa mata pengunjung tertuju ke liukan air. Air mancur itu terlihat cukup lihai menari mengikuti lantunan lagu. Dari lagu instrumental, pop rock, hingga dangdut koplo. Puas menyaksikan tarian air mancur, pengujung masih disuguhi dengan pertunjukkan outer journey (keliling angkasa luar) lewat laser show di layar raksasa. Pertunjukkan outer journey ini memberi sensasi tersendiri bagi pengunjung. Dengan layar 50 meter di atas kita, pengunjung serasa diajak keliling angkasa. Kadang pulu, kita dikagetkan dengan helicopter animasi yang seakan berjalan di atas kita. Seru abissss !!!

ARTIKEL MOTIVASI : Tengkorak Berbicara

ARTIKEL MOTIVASI : Tengkorak Berbicara

 

Alkisah, ada seorang pengembara yang suka banyak bicara. Suatu hari, ia menempuh perjalanan yang mengharuskannya melewati sebuah hutan belantara yang jarang sekali diinjak manusia.

Ketika sampai di tengah-tengah hutan, tiba-tiba terdengar suara orang berbicara. Pengembara itu merasa takut, tetapi juga penasaran. “Suara siapakah itu, di tengah-tengah hutan yang sepi begini?” bisiknya dalam hati. Lalu, dengan hati-hati ia mencari asal suara tadi. Akhirnya ia menemukan jawabannya. Suara tadi berasal dari tengkorak manusia yang ada di bawah pohon besar. Alangkah terkejutnya ia.

Dengan rasa tidak percaya, ia memberanikan dirinya mendekat dan bertanya, “Hai tengkorak. Bagaimana kamu bisa sampai di tengah-tengah hutan belantara ini?”
Di luar dugaan, si tengkorak itu bisa mendengar dan menjawab pertanyaannya. “Hai pengembara! Yang membawa aku ke sini adalah mulut yang banyak bicara,” jawab si tengkorak. Mengetahui tengkorak bisa mendengar dan berbicara, si pengembara pun jadi sangat terhibur dan terus mengobrol tentang segala hal yang menarik hatinya. Ia merasa menemukan pengalaman yang benar-benar aneh dan sangat menakjubkan.
Saat keluar dari hutan, si pengembara terus teringat dengan kejadian aneh yang dialaminya. Dengan penuh semangat, ia berceritatentang tengkorak yang bisa bicara kepada setiap orang yang dijumpainya. Tentu saja,tidak ada seorang pun yang mau percaya. Malah ada yang mencemooh ceritanya. “Dasar bodoh! Mana ada tengkorak yang bisa bicara!”
Namun, biarpun tidak ada yang mau percaya dengan ceritanya, pengembara itu tetap sajabercerita kepada banyak orang lainnya.

Akhirnya, cerita tengkorak yang bisa berbicara itu pun terdengar sampai ke istana. Singkat cerita, baginda raja tertarik dan kemudian mengundang pengembara itu ke istana. Kembali, si pengembara menceritakan pengalamannya dengan bangga.
“Baginda, hamba bertemu tengkorak yang bisa bicara. Mungkin baginda bisa menanyakan tentang masa depan kerajaan ini kepada tengkorak itu,” bujuk si pengembara. Karena rasa ingin tahu, raja pun mengajak para pengawalnya dan meminta si pengembara menunjukkan jalan ke hutan di mana tengkorak itu berada.
Setibanya di sana,pengembara dengan begitu percaya diri langsung bertanya kepada si tengkorak. “Hai tengkorak, bagaimana kamu bisa sampai di hutan ini?”
Kali ini, tengkorak itu diam membisu. Raja dan para pengawal tampak tidak sabar menunggu. Ketika pengembara itu mengulang pertanyaannya beberapa kali dengan suara lebih keras, tengkorak itu tetap diam membisu. Yang terdengar hanya desau angin dan gaung suara si pengembara.
Melihat hal itu, para pengawal menatap raja dengan pandangan geli. Merasa telah diperdayai, sang raja menjadi murka. Ia memandang marah si pengembara. “Sebenarnya aku tidak percaya omonganmu. Apakah kamu mengira bahwa aku ini raja yang bodoh? Sebenarnya, aku datang ke sini untuk membongkar kebohonganmu. Kamu harus dihukum atas hal ini!”
Sang raja pun langsung memerintahkan hukuman mati untuk si pengembara. Setelah itu, jenazah si pengembara ditinggalkan di sana. Kepalanya diletakkan di samping tengkorak tadi.
Begitu raja dan para pengawalnya pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba si tengkorak bersuara. “Hai Pengembara! Bagaimana kamu bisa sampai di hutan ini?”
Dan kepala si pengembara pun menjawab, “Yang membawa aku ke sini adalah mulut yang banyak bicara.”
Teman-teman yang luar biasa!
Sering kali pertengkaran, kesalahpahaman, dan permusuhan besar muncul gara-gara omongan yang tidak pada tempatnya. Mereka yang suka mengumbar omongan, sering jadi kurang waspada sehingga mudah menyinggung, merendahkan, atau melecehkan orang lain. Sekilas, masalahseperti ini tampak sepele, tetapi akibatnya bisa fatal.
Alangkah baik,apabila setiap saat kita bisa mengendalikan diri, tahu kapan dan mengapa harus berbicara. Bahkan terkadang bisa diam adalah sikap yang paling bijak, seperti pepatah, “Silent is golden. Diam adalah emas.”
Salam sukses, luar biasa!

 

ARTIKEL MOTIVASI : Pilih Ikan atau Kail

ARTIKEL MOTIVASI : Pilih Ikan atau Kail
“Duh, kok kemaraunya gak berhenti-berhenti yah”, keluh Kaka si kancil.

“Iya nih”, jawab Kuri si kura-kura lirih, “kalau begini terus dua tiga hari lagi persediaan makanan kita bakal habis.”

Kaka dan Kuri memang tinggal bersama. Mereka membuat rumah yang cukup nyaman di dalam sebuah gua kecil. Di sekitar gua sejatinya banyak ditumbuhi tanaman-tanaman yang menjadi pengisi perut mereka sehari-hari. Namun sayangnya, sejak beberapa minggu terakhir ini, panas yang berkepanjangan melanda, sehingga sedikit demi sedikit tanaman yang ada mati kekeringan.

“Coba kita bisa memancing seperti pak Beri Beruang”, lanjut Kuri, “pastinya kita tidak perlu pusing seperti ini.”

BRAKKKK!!!!

Kaka tiba-tiba meloncat dari kursinya hingga tidak sengaja menjatuhkan kursi tersebut.

“Aku ada ide!”, teriak Kaka dengan semangat ‘45.

“Ada ide ya ada ide”, gerutu Kuri yang sempat jantungan gara-gara ulah Kaka tadi, “tapi jangan bikin aku mati muda dong.”

“Dengar dulu”, potong Kaka sebelum Kuri melanjutkan omelannya. “Bagaimana kalau kita minta ikan ke pak Beri? Kan seringkali dia dapat ikan banyak, yang lebih dari jatah makan perut gendutnya. Pasti bakal diberi deh.”

“Memangnya kita akan minta-minta ikan terus ke dia? Lama-lama juga pasti pak Beri gak akan mau memberi ikan ke kita.”, jawab Kuri sambil membetulkan kursi yang tadi terjatuh. Lanjutnya, “Lebih baik kita minta diajari cara memancing ikan saja.”

“Ah, tahu sendiri kan pak Beri seperti apa sifatnya”, tukas Kaka. “Galak. Bicaranya keras, tapi susah dicerna maksudnya. Mendingan minta langsung aja. Lagipula aku malas kalau harus belajar segala.”

Kaka melangkah mendekati jendela. Matanya berbinar-binar nakal.

“Nanti aku akan cari alasan yang berbeda setiap harinya agar pak Beri mau memberikan ikan kepadaku.”, katanya. “Gimana Kur, setuju tidak?”

Kuri termenung. Di satu sisi, ia membayangkan nikmatnya duduk santai di tepi jalan setapak ke sungai sambil menunggu pak Beri lewat membawa hasil pancingannya. Ia kenal Kaka sejak lama. Kawannya yang cerdas ini pasti dapat menemukan cara untuk membuat satu dua ikan pak Beri berpindah tangan.

Di sisi lain, ia tidak ingin hanya berpangku tangan dan bergantung kepada binatang lain. Ia juga ingin dapat memancing ikan sendiri sehingga tidak kebingungan apabila suatu saat kemarau datang lagi.

“Hei, kok malah melamun”, ujar Kaka sambil mendorong pelan tempurung Kuri.

“Aku tidak ikutan deh”, jawab Kuri.

“Loh kok…”

“Iya, aku ingin coba memancing saja. Pasti terasa lebih lezat kalau ikannya hasil pancinganku sendiri”.

Mata Kaka tercenung. Ia menatap tajam ke arah Kuri. Beberapa detik kemudian ia tertawa terbahak-bahak.

“HAHAHAHAH!!! Kamu bercanda kan? Memangnya kamu mau belajar darimana? Pak Beri? Bisa tambah lapar kalau kamu kelamaan ngobrol dengan dia!”, kata Kaka lantang. “Lagipula”, lanjutnya, “semua binatang di hutan ini kan tahu kalau kamu itu lambat berpikirnya.”

Kuri tersenyum mendengar sindiran Kaka.

“Biar saja”, jawabnya. Pede. “Aku yakin kalau aku berusaha pasti aku akan bisa”.

Begitulah. Keesokan harinya, Kuri mulai mengikuti dan mengamati pak Beri yang sedang memancing. Ia kemudian mencoba untuk membuat tongkat pancingnya sendiri dan menanyakan kepada pak Beri, apakah kailnya sudah benar atau belum. Dengan tekun ia berusaha memahami apa maksud perkataan pak Beri hingga akhirnya ia berhasil membuat tongkat pancing yang kuat dan kokoh.

Si kancil? Sesuai rencananya, Kaka menunggu di ujung jalan hingga pak Beri lewat dan mengiba-iba kepadanya untuk meminta seekor ikan hasil tangkapannya. Dasar cerdik, pak Beri pun tidak kuasa menolak permintaannya.

“Lihat nih,” ujar Kaka pada Kuri sesampainya di rumah, “ikan pemberian pak Beri. Besar bukan? Pasti lezat jika dibumbu rujak dan dimakan dengan sambal mangga. Mana ikanmu?”

Kuri menunjukkan kail buatannya dengan bangga.

“Nih”, katanya sambil tersenyum. “Hari ini aku memang belum bisa membawa ikan, tapi aku sudah bisa membuat tongkat pancingku sendiri.”

“Terserahlah,” tukas Kaka. “Kok mau-maunya sih repot begitu.”

Hari demi hari berlalu. Kuri terus berusaha untuk belajar tehnik memancing ikan dari pak Beri. Mulai dari memilih umpan, mencari tempat yang banyak ikannya, hingga cara menarik ikan agar tidak terlepas dari kaitannya. Kaka pun melalui hari-harinya dengan seribu satu alasan untuk dapat menaklukkan hati pak Beri.

Lama kelamaan, pak Beri pun jenuh. Ia tidak mau lagi memberikan ikannya kepada Kaka meskipun Kaka sudah memohon sambil berguling-guling di tanah. Sebaliknya, Kuri semakin ahli dalam memancing dan sudah dapat menangkap ikan sendiri. Melihat Kaka yang menangis tersedu-sedu karena tidak mendapatkan makanan hari itu, Kuri pun membagikan ikan hasil tangkapannya pada Kaka.

“Tuh kan, benar yang aku bilang”, kata Kuri bijak. “Lebih baik kita berusaha sendiri daripada selalu bergantung kepada orang lain. Meskipun kelihatannya susah, jika terus mencoba, pasti kita akan bisa.”

Kaka mengangguk perlahan. Kali ini dia setuju dengan pendapat Kuri.