ARTIKEL MOTIVASI : Di Tengah Gelombang

ARTIKEL MOTIVASI : Di Tengah Gelombang

Post by : Outbound di Malang

Tahun 1982 Steven Callahan, pria kelahiran tahun 1952, berlayar melintasi Samudera Atlantik seorang diri menggunakan perahu layarnya yang akhirnya menabarak sesuatu lalu kemudian tenggelam. Dia meninggalkan kapalnya dan terombang ambing seorang diri diatas sekoci. Perbekalannya sangat terbatas. Kesempatan hidupnya sangat kecil. Namun ketika tiga orang nelayan menemukannya tujuh puluh enam hari kemudian (ini merupakan rekor terlama seorang manusia yang selamat dari musibah kapal tenggelam dan bertahan hidup seorang diri di atas sekoci), dia hidup-walau lebih hitam daripada ketika berangkat, namun dia hidup. Pengalamannya ini dibukukannya dengan judul “A Drift :78 Days Lost At Sea” yang menjadi buku best seller tentang bertahan hidup di laut.

Perjuangannya bertahan hidup sangatlah luar biasa. Kecerdikan akalnya bagaimana dia menangkap ikan, bagaimana dia menggunakan sinar matahari untuk menyuling air laut menjadi air tawar sungguh sangat mengagumkan.

Namun hal yang menarik perhatian saya adalah bagaimana dia bisa tetap memiliki kemauan untuk terus berjuang sedangkan harapan hampir tidak ada. Sampai kapan dia harus berjuang sampai bertemu kapal yang bisa menyelamatkan dirinya pun tidak dia ketahui pasti.

Bagaimana dia begitu menderita ketika sekoci penyelamatnya bocor dan selama seminggu dengan badannya yang lemah itu dia berusaha memperbaikinya dan selama itu tubuhnya juga terforsir karena dia harus memompa sekocinya yang bocor agar tidak kempes dan tenggelam. Steven Callahan kelaparan, kehausan dan mengalami dehidrasi berat. Dia sangat letih.

Dalam keadaan itu bagi orang biasa rasanya tak ada gunanya lagi berusaha. Menyerah seolah menjadi sebuah pilihan yang paling masuk akal.

Ketika seseorang bertahan dalam keadaan seperti itu, mereka berbuat sesuatu terhadap pikirannya agar dapat memberikan semangat untuk terus berjuang. Kebanyakan orang bila berada dalam keadaan tersebut mereka menyerah atau jadi gila. Sesuatu yang dilakukan atas pikirannya oleh orang yang bertahan hidup mampu memberikan kekuatan untuk terus berjuang dan mengatasi keadaan – keadaan yang berat dantidak menguntungkan.

“Saya katakan pada diri saya bahwa saya mampu melewati keadaan ini”, tulis Callahan dalam narasinya. “Dibandingkan dengan orang – orang lain yang mengalami keadaan itu, saya merasa lebih beruntung. Saya katakan hal itu terus menerus pada diri saya dan membangun ketabahan.

Saya pribadi sangat terkesan dengan cara Callahan membangun semangatnya, motivasinya dan tekadnya untuk dapat keluar dari keadaan survival tersebut. Saya juga mengatakan hal yang sama pada diri saya ketika cita – cita saya terlihat jauh, ketika problematika kehidupan nampak begitu perkasa di hadapan saya, dan… setiap kali saya katakan hal yang sama saya selalu bisa kembali mendapatkan integritas dan kekuatan dalam diri saya.

Sejatinya… apapun keadaan kita akan selalu lebih buruk jika kita membandingkannya dengan sesuatu yang lebih baik. Tapi coba kita lihat sekeliling kita dengan seksama, bukankah ada lebih banyak orang yang mengalami hal yang lebih buruk dari apa yang sedang kita alami? Bukankah saya dan anda selalu lebih beruntung dimanapun kita dan kapanpun, tak peduli betapa buruknya keadaan yang kita alami bisa dibandingkan dengan fantasi – fantasi kita. Ini adalah sebuah pemikiran yang bagi saya lebih masuk akal dan bermanfaat.

Dari sisi sisi ekstrim sebuah keadaan survival seperti yang dialami Steven Callahan, kita dapat belajar untuk menginstall kata kata yang mampu membangkitkan motivasi dan kekuatan yang ada dalam diri kita. Seberat apapun masalah yang sedang anda hadapi, katakan pada diri anda bahwa anda mampu untuk mengatasinya. Dibandingkan dengan apa yang dialami orang orang lain, anda lebih beruntung. Katakan pada diri anda berulang – ulang dan ini dan hal ini akan membantu anda melewati masa masa sulit dengan tingkat ketabahan yang lebih baik.

Satu hal lagi yang perlu untuk selalu diingat, sebelum melangkah, persiapkan diri anda sebaik mungkin secara fisik dan mental. Steven Callahan tentunya tidak begitu saja tiba tiba memiliki pengetahuan dan kemampuan bertahan hidup di tengah gelombang samudera Atlantik yang ganas di atas sebuah sekoci karet. Sebelum melakukan pelayaran, tentunya dia sudah mempersiapkan diri baik fisik dan mental untuk menghadapi kemungkinan terburuk dalam petualangannya.

“Tidak ada yang rahasia dalam kesuksesan. Semuanya adalah hasil dari persiapan, kerja keras dan selalu belajar dari kegagalan” – Jenderal Colin Powell, U.S. Army –

“Man must exist in a state of balance between risk & safety. Pure risk leads to self destruction, pure safety leads to stagnation. In between lies SURVIVAL and PROGRESS” – Michael A. Ugiono-

Salam Sukses dan Berkelimpahan Selalu

Incoming search terms for the article:
wisata outbound malang
wisata malang
wisata outbound training
pelatihan sdm

ARTIKEL MITOVASI : Sang Roda

ARTIKEL MITOVASI : Sang Roda
Poist By : Wisata outbound malang< :/strong>

Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, ia melupakan, ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemanakah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu? Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah ia tinggalkannya. Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu di perhatikannya dengan seksama. Setiap benda di amati, dan di cermati, berharap,akan itemukannya jari-jari yang hilang itu. Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalalanan. Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam. Hei… semuanya tampak lain. Ya, sewaktu sang roda melintasi titik-titik kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa.

Namun kini, semuanya tampak lebih indah. Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah. Mereka kini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung rumput itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda. Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencariannya. Bunga-bunga pun tampak lebih indah, harum , dan semerbak, lebih terasa menyegarkan. Kuntum-kuntum yang terbuka, menampilkan wajah yang cerah. Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar, Sang bunga pun merunduk, memberikan salam hormat. Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalannya. Kini, semut dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah. Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan gendering yang di tabuh. Mereka saling menyapa. Dan, serangga itu pun memberikan salam, dan doa pada sang roda. Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak berbeda jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalan. Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang. Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya. NB; Teman, begitulah hidup. Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat indah, yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil yang sebetulnya meneyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa-gesa.

Hati kita, kadang, terlalu penuh dangan target-target, yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita, kadang selalu dalam keadaan panik, dan lupa, bahwa di sekitar kita banyak sekali hikmah yang perlu di tekuni. Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut, dan pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu. Teman, coba, susuri kembali jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Runut kembali perjalan kita.

Incoming search terms for the article:
* outbound malang
* wisata outbound
* wisata di malang
* wisata malang
* wisata oudbond malang

Wisata Malang: Wisata Kebun Teh Wonosari

Wisata Malang: Wisata Kebun Teh Wonosari

Post by: outbound Malang

Keindahan Kebun teh wonosari yang hijau ini merupakan agrowisata yang dimiliki oleh kota malang, yang menampilkan keindahan alam dengan pemandangan kebun teh yang begitu hijau.

Dari sini pengunjung dapat berwisata dan belajar mengikuti proses pembuatan teh asli produk Indonesia. Mulai dari memetik pucuk-pucuk daun teh yang hijau dan segar hingga minuman siap diminum.

Jika kita berwisata ke kebun teh ini kita dapat melakukan banyak pilihan kegiatan, diantaranya adalah kita bisa ikud outbond, mengendarai kuda atau ATV untuk mengelilingi hijaunya hamparan kebun, melihat proses pemetikan atau bahkan ikut-ikutan metik, melihat pemrosesan teh dipabrik, dan mencicipi teh hasil buatan pabrik asli Indonesia.

Perkebunan teh yang hijau ini terletak di lereng gunung Arjuno tepatnya di desa Wonosari dan Tirtomoyo kec Singosari sekitar 30 m arah utara Malang. Disediakan pula kolam renang, panginapan, lahan untuk sarana berkemah dll.

Incoming search terms for the article:
*outbound malang

* rafting kasembon

* rafting batu

* airsoftgun

Game Outbound: Kereta Panjang

Game Outbound: Kereta Panjang
Post by : Outbound Malang

Tujuan permainan/games :

1. Kerjasama antar anggota dan team
2. Mengatur strategi dan kreativitas
3. Menempatkan diri sesuai dengan kemampuan yang dimiliki

Aturan permainan/games outbound :

1. Peserta tiap-tiap kelompok outbound terdiri dari 8-10 orang
2. Seluruh peserta sebaiknya menggunakan celana panjang
3. Gunakan lokasi/tempat yang tidak becek
4. Dilakukan serentak dan terdiri dari beberapa regu
5. Tiap regu memiliki jumlah yang sama
6. Tiap regu berusaha keras membuat timnya menjadi regu dengan deretan paling panjang
7. Peserta boleh menggunakan apa saja yang saat itu dibawa sebagai penyambung (dompet, kartu, tali sepatu, ikat pinggang, badan, dll)
8. Tidak diperkenankan melepas baju
9. Regu pemenang adalah yang membuat deretan yang terpanjang
Incoming search terms for the article:
* percaya diri game
* wisata outbond malang
* game outbound
* game outbound motivasi
* permainan training percaya diri

Artikel Motivasi : Berhatilah-hatilah Dengan Pujian

Artikel Motivasi : Berhatilah-hatilah Dengan Pujian
Post by : Wisata Outbound Malang

Pujian mungkin bisa menumbuhkan kepercayaan diri. Namun pujian adalah rangkaian kata-kata yang harus anda waspadai. Ketika anda menerima pujian, dalam hati anda tersanjung, lalu mengangguk-angguk membenarkannya. Sesaat kesadaran anda lenyap terbuai oleh perasaan yang luar biasa nikmat. Ini keruntuhan pertama. Berhati-hatilah dengan pujian. Perlakukan ia seperti anda melihat ular berkulit indah namun menyemburkan racun. Keruntuhan selanjutnya terjadi, bila anda mulai berkarya karena mengharap pujian. Pujian itu bagai air laut. Semakin banyak diminum, semakin hauslah anda. Ia membunuh anda perlahan-lahan. Bukan karena terlalu banyak garam yang anda reguk. Namun, karena kerakusan anda yang tak terpuaskan. Bekerjalah dengan tulus, karena anda memiliki tujuan mulia untuk ditunaikan. Siapkan keranjang sampah besar untuk menyingkirkan semua pujian yang dating. Anda sama sekali tak memerlukan pujian. Anda memiliki jalan anda sendiri.

Incoming search terms for the article:
wisata outbound malang
– wisata malang
– wisata outbound training
– pelatihan sdm

ARTIKEL MOTIVASI : Belajar Bijak dari Nelayan

ARTIKEL MOTIVASI : Belajar Bijak dari Nelayan

Post by : Outbound Malang

Seorang cendikiawan menumpang perahu di sebuah danau. Ia bertanya pada tukang perahu, “Sobat, pernahkah anda mempelajari matematika?” “Tidak” “Sayang sekali, berarti anda telah kehilangan seperempat dari kehidupan anda. Atau, barangkali anda pernah mempelajari ilmu filsafat?” “Itu juga tidak” “Dua kali sayang, berarti anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan anda. Bagaimana dengan sejarah?” “Juga tidak” “Artinya, seperempat lagi kehidupan anda telah hilang.” Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang, perahu yang mereka tumpangi pun oleng. Cendikiawan itu pucat ketakutan. Dengan tenang tukang perahu itu bertanya, “Apakah anda pernah belajar berenang?” “Tidak” “Sayang sekali, berarti anda akan kehilangan seluruh kehidupan anda.” Cerita di atas mengajarkan kita beberapa hal. Pertama, Kita tidak boleh sombong. Kedua, Setinggi apa pun pendidikan kita, kita tidak mungkin menguasai semua ilmu, apalagi ketrampilan. Ketiga, Kita membutuhkan orang lain, tidak peduli seberapa rendah pendidikan orang itu.
Incoming search terms for the article:
Incoming search terms for the article:
wisata outbound malang
wisata malang
wisata outbound training
pelatihan sdm
airsoftgun